Senin, 24 Desember 2012

Berbagai Manfaat Algae

1. Sumber Utama Energi dan Makanan
Menurut BOLD & WYNNE dalam SHARMA (1992), salah satu manfaat algae yang sangat penting adalah sebagai penghasil utama bahan organik di dalam ekosistem perairan. Dalam ekosistem perairan, keberadaan algae merupakan bagian utama dari rantai makanan. Hal ini berkaitan dengan aktivitas fotosintesis yang terjadi pada algae. Sebab aktivitas fotosintesis merupakan sumber oksigen terhadap lingkungan perairan di sekitarnya, di mana akan memberikan keuntungan secara langsung terhadap organisme lainnya yang hidup dalam air.
Proses fotosintesis dapat berlangsung dalam ekosistem perairan karena adanya sinar matahari. Sebagaimana kita ketahui bahwa semua energi berasal dari matahari dan hanya tumbuh-tumbuhan hijau yang dapat mengubah energi tersebut menjadi makanan hewan. Itulah sebabmya, kehidupan hewan dalam air sangat tergantung pada algae yang merupakan sumber utama energi dan makanan.

2. Makanan Manusia
Sejak ratusan tahun yang lalu, lebih dari 100 jenis algae (terutama algae coklat dan al-gae merah) telah digunakan sebagai bahan makanan di berbagai belahan dunia. Selain itu, beberapa jenis dari algae hijau juga telah digunakan sebagai bahan makanan sebab mengandung sejumlah mineral, vitamin, karbohidrat dan protein. Zat-zat makanan tersebut dapat ditemukan baik dalam dinding sel maupun dalam sitoplasma (SHARMA, 1992).
Beberapa algae terpenting yang biasa digunakan untuk bahan makanan adalah sebagai berikut :
a. Algae coklat (Phaeophyceae)
Algae coklat yang banyak digunakan sebagai bahan makanan adalah Alaria, Lami-naria, Sargassum, dan Durvillea.
·         Laminaria. Di Jepang makanan yang berasal dari Laminaria disebut "kombu". Laminaria memiliki kandungan Fe dan protein yang tinggi, serta vitamin A dan C. Selain Jepang, Amerika Serikat dan Korea juga menggunakan Laminaria sebagai sup dan acar (CHAPMAN & CHAPMAN, 1980).
·         Alaria. Di Jepang makanan yang berasal Alaria disebut "sarumen". Alaria memiliki kandungan vitamin B6 dan K yang tinggi. Alaria juga digunakan sebagai bahan makanan di Amerika Serikat, Inggris dan Islandia (CHAPMAN & CHAPMAN, 1980).
·         Durvillea. Di Amerika Selatan, Durvillea yang dipanen dari alam diolah dengan cara dikeringkan dan digarami, lalu dipasarkan dengan nama "cachiyugo". (SHARMA, 1992).
·         Sargassum. Sargassum merupakan salah satu sumber yodium, vitamin C, protein dan asam folat Sargassum digunakan sebagai bahan makanan di Jepang dan Korea (TRONO et al, 1998; CHAPMAN & CHAPMAN, 1980). Menurut PRESCOTT dalam SHARMA (1992), zat-zat makanan terpenting yang terdapat dalam algae coklat terdiri dari protein (meliputi 17 asam amino), lemak dan karbohidrat. Beberapa jenis mineral juga terdapat pada algae coklat, misalnya karotena, tiamin dan subflavin.
b. Algae merah (Rhodophyceae)
 Algae merah yang banyak digunakan sebagai bahan makanan adalah  Porphyra, Palmaria, Chondrus, Gigartina dan Rhodymenia
·         Porphyra merupakan algae merah yang sangat penting sebagai bahan makanan. Berbagai jenis makanan yang berasal dari Porphyra seperti "nori" di Jepang, "laver" di Inggeris dan Amerika Serikat, "sloke" di Skotlandia, dan "luche" di bagian Selatan Chili. Porphyra memiliki kandungan pro tein, vitamin A dan C yang sangat tinggi. Di Jepang sendiri, lebih dari 29,5 juta kg Porphyra digunakan setiap tahun. (SHARMA, 1992; CHAPMAN & CHAPMAN, 1980).
·         Palmaria untuk bahan makanan.juga diperdagangkan dengan berbagai merek, seperti "dulse" di Kanada, "sol" di Islandia telah digunakan sebagan bahan makanan sejak abad ke 18, "dillisk" di Irlandia, "nibble"di Kanada yang merupakan bahan campuran bir, sedangkan di Rusia difermentasi menjadi minuman beralkohol (SHARMA, 1992; CHAPMAN & CHAPMAN, 1980)..
·         Chondrus crispus yang secara umum dikenal sebagai "Irish moss" digunakan dalam pembuatan es krim dan berbagai jenis makanan lainnya. Chondrus crispus memiliki kandungan vitamin A yang tinggi dan digunakan sebagai bahan makanan di Amerika Serikat, Islandia dan Perancis. Sedangkan di Jepang, jenis yang digunakan adalah Chondrus ocellatus (CHAPMAN & CHAPMAN, 1980).
·         Gigartina papillata. Di Islandia, Gigartina papillata digunakan untuk pembuatan puding. Gigartina papillata memiliki kandungan vitamin C yang tinggi (CHAPMAN & CHAPMAN, 1980).
·         Rhodymenia palmata. Algae jenis ini umumnya digunakan sebagai bahan makanan oleh nelayan yang dikenal dengan nama "dulse" (SHARMA, 1992).
3.  Algae hijau (Chlorophyceae)
Algae hijau terpenting yang banyak digunakan untuk bahan makanan seperti Monostroma, Ulva, Codium dan Chlorella.
·         Monostroma digunakan sebagai bahan makanan yang banyak ditemukan di Jepang dengan nama "aonori"(SHARMA, 1992). Di Taiwan Monostroma digunakan sebagai sup (CHAPMAN & CHAPMAN, 1980).
·         Ulva. Seperti halnya dengan Durvillea, Ulva yang telah dikeringkan dan digarami diperdagangkan dengan nama "cachiyugo". Selain itu Ulva juga digunakan sebagai salad dan sup. Ulva memiliki kandungan Fe yang sangat tinggi. Ulva banyak dikonsumsi sebagai bahan makanan di China, Filipina, Chili dan Hindia Barat (SHARMA, 1992; CHAPMAN & CHAPMAN, 1980). Selain itu, Ulva juga merupakan sumber vitamin C, protein, asam folat dan beberapa jenis mineral, seperti : Ca, K, Mg, Na, Cu, Fe dan Zn (TRONO etal, 1998).
·         Codium. Di Jepang dan Korea, Codium fragile digunakan sebagai salad, sup dan manisan. Codium fragile memiliki kandungan Fe yang tinggi (CHAPMAN & CHAPMAN, 1980).
·         Chlorella diketahui memiliki kandungan lipid dan protein yang tinggi. Menurut PRESCOTT dalam SHARMA (1992), kandungan lipidnya mencapai 8,5% dari beratkering. Protein Chlorella mengandung semua asam-asam amino esensial. Oleh karena itu Chlorella dapat digunakan sebagai bahan makanan untuk penerbangan ruang angkasa. Walaupun Chlorella dapat digunakan sebagai makanan pengganti di saat krisis, biaya budidayanya sangat mahal. Menurut THACKER & BABCOCK dalam SHARMA (1992), dari segi ekonomis produksi Chlorella kurang menguntungkan.
4.  Algae hijau-biru (Cyanophyceae)
Algae hijau-biru yang banyak digunakan untuk bahan makanan adalah Nostoccommune yang di China dikenal dengan nama "yuyucho". Nostoccommune memiliki kandungan protein yang tinggi (SHARMA,1992). Selain itu, di Danau Texcoco (Meksiko) juga ditemukan duajenis algae hijau-biru yang dapat digunakan sebagai bahan makanan, yaitu Phormidium tenue dan Chroococcus turgidus (ORTEGA dalam CHAPMAN & CHAPMAN, 1980).

3. Agar
Agar atau sering juga disebut "agar-agar" merupakan suatu asam sulfurik, ester dari galaktan linear yang dapat diekstraksi dari beberapa jenis algae merah. Secara umum digunakan sebagai media budidaya di laboratorium untuk membudidayakan fungi, bakteri dan beberapa jenis algae, sebab mengandung galaktosa dan sulfat. Penggunaan agar yang lain adalah sebagai obat pencahar. Selain itu, agar juga sering digunakan dalam pengepakan makanan kaleng, kosmetik, industri kulit, tekstil, kertas, fotografi, pembuatan pil dan salep (SHARMA, 1992).Bahkan saat ini agar telah digunakan dalam pengembangan bioteknologi (AN ULLMAN'S, 1998).
Produksi agar di berbagai belahan dunia menggunakan bahan baku Gelidium, Gracilaria, Ahnfeltia, Hypnea, Campylaephora, Pterocladia, Eucheuma, Gigartina, Chondrus, Phyllophora, Acanthophora specifera, Ceramium spp., Corallopsis sp. Digenea simplex, Laurencia tropica dan Porphyra (TRONO et al 1998; PRESCOTT & ROUND dalam SHARMA, 1992). Bahan baku tersebut sebagian besar masih merupakan hasil panen dari sediaan alam.


4. Alginat
Derivat-derivat alginat dan asam alginat diekstraksi dari dinding sel algae coklat. Beberapa jenis algae coklat yang biasa digunakan sebagai bahan baku pengolahan alginat di berbagai negara, yaitu Laminaria, Macrocystis, Durvillea, Ascophyllum, Ecklonia, Lossonia, Fucus, Cystoseira, Eisenia. Cystoseira, Padina, Hormophysa, Sargassum dan Turbinaria (CHAPMAN & CHAPMAN, 1980; SHARMA, 1992).
Alginat terutama digunakan dalam industri pembuatan ban, cat, es krim, kain tahan api, dan barang barang dari plastik. Asam alginat sangat efektif digunakan dalam menghentikan pendarahan. Derivat-derivat asam alginat juga digunakan dalam pembuatan sup, krim dan saus (SHARMA, 1992).

5. Obat-Obatan lainnya
"Tse-ko-Tsoi" merupakan obat cacing di Cina Selatan yang berasal dari algae merah Diginea simplex. Sedangkan fucoidin dan so-dium laminarin sulfat diperoleh dari beberapa jenis algae coklat digunakan sebagai antikoagulan darah. Beberapa jenis algae juga telah digunakan dalam pengobatan penyakit ginjal, kandung kemih dan paru-paru (SHARMA, 1992).












Referensi :

Rasyid, Abdullah. 2004. Berbagai Manfaat Algae. Oseana, Volume XXIX, Nomor 3, Tahun 2004 : 9 - 15